Minggu, 09 Juni 2013

CERPEN 2

Kesibukan jakarta pagi ini membangunkan aku dari tidur ku. Rasanya aku ingin marah dengan warga di sekitar rumah ku ini kenapa pagi pagi sukanya membuat keributan. Padahal hari ini adalah hari minggu. Ada yang berteriak “sayurrrrrr...” , ada yang menyetel lagu danggut dengat volume kencang, bahkan ada yang berteriak memaki “aduuuh cucian gue banyak bange ini, punya anak perawan gak punya kesadaran banget sih. Bukannya bantuin orang tua !!!”. Ya inilah dukanya tinggal di gang kumuh pelosok jakarta. Semua hal yang simpel dibuat ribut. Padahal semuanya bisa diselesaikan dengan baik, tidak perlu membentak ataupun berteriak sampai membuat tetangga yang sedang tidur terbangun. 
Aku nada, umurku masih 17 tahun. Seperti yang kalian tau dari atas aku tinggal di pemukiman padat kota jakarta. Hidupku sangat sederhana. Aku hanya tinggal dengan ibu dan kakak laki-laki ku. Ayah ku sudah tidak ada. Sejak aku berusia 5 tahun ia sudah meninggalkan ku. Entah apa polemik yang membuat ayah meninggalkan kami karena ibu tidak pernah bercerita dengan aku dan kakak ku. Tetapi yang sering tetangga bilang ayah itu orang jahat. Ia suka memukul ibu jika ia tak punya uang, dan katanya ia meninggalkan ibu karena menikah dnegan wanita lain. Yaaah persetan lah dengan keadaan ayah ku. Aku tidak perduli saat ini dia masih hidup atau tidak yang jelas ia tidak pernah menafkahi aku dan keluaga. Yang ia lakukan hanya menanam sperma di dalam rahim ibu saja. Setelah itu ia pergi mencari kesenangan duniawinya. dari cerita singkatnya saja aku sudah bisa menebak jika ayahku bukan manusia baik.
Rasanya aku malas bangkit dari kasur ini. Walaupun kasur yang aku tiduri sangat tipis tapi aku nyaman berada  disini.  Rasa bising diluar bisa aku minimalisir dengan membekap kepalaku mengguanakan bantal. Tetapi kali ini ada yang memaksaku untuk turun dari tempat tidur ku. “gumpraaang !!!” suara apa itu? Batinku bertanya. Sepertinya suara itu terdengar sangat jelas sekali. Apa jangan jangan berasal dari dalam rumahku?. Ah mungkin saja ibu ku tidak sengaja menjatuhkan piring kelantai karena sangat sibuknya dia berdagang nasi uduk di depan rumah ku. Tapi suara itu di susul dengan tangisan dan makian yang sangat keras. Sejenak aku berpikir. Itu adalah suara ibuku. Segera aku keluar dari kamarku menuju sumber suara itu. rupanya suara itu berasal dari ruang tamu ku. Aku melihat dua orang lelaki dengan perawakan yang besar sedang memukul ibu ku sampai ibu ku tersungkur ke lantai. Dan salah seorang lelaki itu berkata “pokoknya saya tidak mau tau bu kalau sampai minggu depan ibu tidak melunasi hutang ibu yang 10 juta ibu akan mendapatkan akibatnya yang lebih dari pada ini”. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Yang aku lakukan hanyalah berdiri ditempat dengan mulut terkatup rapat dan aku sibuk dengan kalimat yang terlintas didalam otakku, ternyata hutang keluargaku sudah sampai 10 juta. Setelah kedua orang pria itu pergi aku segera menghampiri ibu ku. “sudah tidak apa-apa nak, ibu baik-baik saja” sepertinya ia sudah paham apa yang akan aku katakan “cepatlah kamu mandi dan pergi kesekolah. Kakakmu sudah pergi dari jam 5 subuh tadi katanya ia akan menyiapkan kelasnya untuk acara ulang tahun sekolah degan teman temannya” tanpa membantah aku segera pergi kekamar mandi. Saat waktu menunjukan puluk 06.55 aku berangkat kesekolah. Sekolahku tidak jauh dari rumah hanya membutuhkan waktu 5 menit sudah sampai. Aku jalan dengan otak yang sibuk memikirkan kejadian yang tadi. Sebenarnya kejadian yang tadi aku alami bukanlah kali pertamanya. Tapi yang sangat aku bebankan adalah jumlah hutang keluarga ku sudah mencapai 10 juta. Rentenir itu sangat kejam, mereka suka meminjamkan uang kepada orang lain dengan bunga besar. Aku berfikir keras bagaimana caranya aku bisa membantu ibu ku melunasi semua hutangnya.
Akhirnya pada saat istirahat aku memberanikan diri untuk meminjam uang dengan alika. Alika terkenal dengan keglamorannya. “oh lo mau minjem duit sama gue? Gimana kalo lo kerja aja sama gue” dengan ia menawarkan pekerjaan akupun sangat antusias. Akhirnya sepulang sekolah aku diajak olehnya kerumahnya. Diluar bayanganku rumahnya sangat jelek. Aku pikir alika anak orang kaya karena hidup dengan glamor “gue bisa bergaya kaya gini karena gue kerja” itu yang ia katakan kepada ku saat aku memasuki kamarnya yang kecil dan sumpek ini. Setelah ia memberikan minum kepadaku ia menceritakan tentang pekerjaan yang ia lakukan selama ini. Yang aku kaget ternyata ia bekerja sebagai pemuas nafsu para lelaki. “Boleh dibilang gue ini simpenan om-om nad” iya berbicara dnegan ku sambil menghisal rokoknya ditagan. “gimana lo mau gak bisa ngelunasin utang keluarga lo? Udah gitu lo bisa idup kaya gue tanpa susah lagi nantinya. Soal dosa mah jangan dipikirin kalo udah tua baru kita tobat”. Dengan bujukan yang alika berikan kepadaku akhirnya aku bersedia untuk melakukan itu.
Singkat cerita semuanya telah terjadi. Aku sudah menjual apa yang berharga didalam diri wanita. Semua aku lakukian dnegan terpaksa. Aku menangis dirumah alika, tetapi dia malah berkata “lemah lo, begitu aja mewek. Gimana lo mau jadi orang kaya coba !!” bentak dia kepada ku. Semua sudah terlanjur. Uang hasil pekerjaan ku pun sudah ditangan ku. Akhirnya aku pulang kerumah dengan  membawa uang itu. Diam diam aku letakan semua itu didalam lemari ibu. Aku menyesal dengan semua yang aku lakukan. Tapi aku puas setidaknya aku bisa melunasi hutang ibu ku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika ibu ku tau. Kira-kira seberapa besar dosa yang di tanggung aku. Apakah ibuku juga menanggu dosa yang telah aku lakuakan?. Rasanya percuma aku menyesalinya. Daripada aku dirumah dengan fikiran ini lebih baik aku pergi kerumah alika. Tetapi sesuatu yang buruk terjadi menimpaku di tengah perjalanan. Saat aku ingin menyebrang jalan aku tidak melihat jika ada truk yang ingin lewat di hadapanku, aku tetap masih sibuk dengan fikiran yang masih menyesal. Daaaan, “bruuuuk !!!” suara yang sangat keras terdengar di telingaku. Saat itu aku merasa tubuhku seperti melayang diudara. Saat itu akumerasa nyaman karena sepertinya perasaan menyesal yang menjadi beban seolah olah hilang dengan sendirinya. Mungkinkah truk itu yang menghapus beban difikiran ku? Tiba-tiba semuanya gelap, Sunyi, dan senyap. Mungkinkah ini cara tuhan untuk membuat aku lupa dengan masalahku. Jika ia, kenapa tuhan masih baik denganku padaha aku sudah berbuat dosa besar.
Saat aku membuka mata, yang aku lihat adalah langit-langit kamar yang putih. Disini aku mencium bau karbol yang sangan menusuk hidung ku. Akupun mendengar suara isak tangin yang setelah aku lihat itu adalah ibu dan kakak ku. Dan disampingnya aku melihat ada seorang dokter dan seorang oerawat yang aku kenali dari seragam yang mereka kenakan. Tetapi disamping mereka aku melihat seorang yang aku tidak tau siapa. Entah pria atau wanita. Wajahnya tidak bisa aku lihat karena terhalang oleh cahaya yang bersinar dengan terang. Suara tangisan itu sisusul dengan dengan suara yang menyubut-nyebut nama ku. Entah apa yang akan dilakukan dokter dan perawat itu terhadap tubuhku. Yang jelas saat aku ingin memutar arah wajahku kehadapan ibu dan kakak ku, aku melihat orang asing itu semakin mendekati ku. Bahkan cahaya yang memancar dari wajahnya menyilaukan pandanganku sehingga aku tidsak bisa melihat wajah ibu dan kakak ku. Tiba-tiba semua gelap kembali. Yanga ada hanyalah suara satu nada datar  yang keluar dari alat disamping ku “tuuuuuut...”. setelah itu tidak ada apa-apa lagi yang terjadi. Seperti pudar tapi masih membekas. Seperti hambar tapi masih terasa. Seperti gelap tapi masih terlihat jelas. Aku harap tuhan masih mau memberikan separu tempat di surga nanti untuk ku beristirahat. Jadi aku bisa membaginya untuk ibu dan kakak nanti jika kami bertemu.


CERPEN 1

Urusan kantor selalu menyita waktu ku. Aku sering terlambat makan karena harus mengurus berkas yang menumpuk dimeja. Aku bekerja di salah satu rumah sakit swasta di jakarta. Aku bekerja bagian perkantoran rumah sakit ini. Ya bagaimana tidak sibuk, rumah sakit kan selalu buka 24 jam. untuk berleha-leha pun susah. Kriiiing.. suara telepon dimeja ku berdering. “halo, dengan khanza disini. Ada yang bisa..” belum selesai aku bicara, orang yang ada di telepon ini memotong dengan cepat “tolong antarkan berkas pasien atas nama ibu merry sastro handoyo sekarang keruangan saya”. “maaf  saya tidak tau harus diantar kemana, karena saya tidak tau saat ini saya bicara dengan siapa” ucap ku kepadan. “saya dokter thomas, saat ini saya sangat butuh berkas pasien yang tadi saya beritau kepada anda. Tolong antarkan ke klinik umum sekarang.” Jawabnya kepadaku “maaf dok saya tidak mengenal anda, sebenarnya anda ini siapa kenapa anda ada diruang klinik umum. Seharusnya saat ini jadwal praktek dokter miranda”. Tanyaku dengan bingung. Tetapi orang ini menjawab dengan ketus “anda ini banyak tanya, apa setiap anda bekerja selalu bertanya dengan detil? Bagaimana jika pasien ini dalam keadaan sekarat? Apa anda mau mengantarnya jika surat kematian sudah dibuat?” kaget dengan ucapan orang itu langsung saja aku menjawab “aaah... itu.. bbaik dok maafkan saya. Akan segera saya antar sekarang juga”
Dalam perjalanan lorong rumah sakit ini aku berfikir sebenarnya siapa dia? Apa dia anak dokter miranda yang sekolah di amerika? Kenapa bicaranya ketus sekali. Apa dia tidak diajarkan sopan santun oleh orang tuanya?. Setelah aku tiba di depan pintu klinik umum, langsung saja aku ketuk pintunya. Kemudian terdengar suara dari dalam “ya, masuk”. Tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulutku langsung saja aku letakan berkasnya di meja dokter. Sambil aku mencuri pandang ke wajah dokter ini. Ya memang benar aku belum pernah melihat orang ini. Pantas saja aku tidak mengenalnnya. Wajahnya cukup lumayan lah, tapi cara bicaranya tadi di telepon membuat aku tidak suka dengan dia. Saat aku mengamati wajahnya tina-tiba saja dia melihat ku. Aku kaget, panik, dan malu. Langsung saja aku pergi dari ruangang itu.
Saat ini jam istirahat siang. Tapi aku sempat untuk makan siang. Padahal perutku sudah memaksa untuk diisi makanan. Baiklah setelah aku mengumpulkan berkas dari semua klinik baru aku makan siang. Ruang demi ruangan aku masuki. Tidak mudah membawa berkas dalam jumlah banyak. Berkas ini mengalihkan pandangan ku, sehingga aku sulit untuk melihat jalan yanga ada di depan ku. Tiba-tiba bruuuuk!!! Aw sakit sekali. Aku tersungkur. Semua berkas yang ada di tanganku berceceran di lantai. Ternyata tadi aku menabrak seseorang. Orang itupun juga juatuh didepanku. Saat orang itu bangun dan berjongkok untuk baru aku tau ternyata dia dokter yang tadi. “oh manusia ketus ini” batin ku. “tidak ada kata maaf yang keluar dari mulutnya. Dia hanya membantu aku mengumpulkan berkas yang ada dilantai. Setelah itu dia letakan di lantai dibawah kakiku, kemudia dia pergi tanpa pamit. Waah hebat sekali seseorang yang berpendidikan bersikap seperti tidak pernah merasakan bangku sekolah.
***
Setelah pulang bekerja aku mampir sebentar ke coffee shop dekat rumah ku. Sepertinya aku butuh rilex hari ini. Setelah hot vanilla late di tangan ku. Aku mencoba mencari tempat duduk didalam toko ini. Tetapi tidak ada yang kosong. Akhirnya aku putuskan mencari di luar. Termata sama saja. “Haaah... kenapa hari ini sangat sial” ucapku dalam hati. “duduk disini aja gue sendirian kok” .aku kaget dengan orang yang berbicara di samping ku. Ternyata manusia itu. “kenapa lo? dendam sama gue gara gara tadi lo nabrak gue? Harusnya gue yang marah sama lo. selow aja sama gue mah” ucap orang itu dengan senyum kepadaku. entah kenapa melihat senyumnya itu aku menerima tawarannya. Kami duduk berhadapan. Dan kami saling bercerita. Ternyata dia tidak seburuk apa yang aku pikir sebelumnya. Dia sangat ramah. Dia bilang dia anak dokter miranda, hari ini dia membantu ibunya karena ibunya ada urusan penting. Gaya bicaranya seperti anak muda pada umumnya. Selengean tapi sangat hangat. Pandangan aku tentangnya berubah seketika. Tidak terasa sudak 4 jam aku berbincang-bincang dengan dia. Waktu menunjukan pukul 7 malam. Saatnya aku pamit dengannya. Dia bilang dia akan mengantarkan aku pulang. Awalnya aku menolak, tapi dia sedikit memaksa akhitnya aku terima. Yah lumayan hemat 2000 rupiah. Dia bilang di kota jakarta  ini belum banyak orang yang dia kenal dan daerah yang dia tau. Mangkanya dia ingin mngantar aku pulang katanya sekalian menghafal jalan kota jakarta.
***
Hari ini aku libur. Tapi aku sudah janji untuk mengantar thomas melihat pameran di daerah kuningan. Entahlah kenapa kami semakin akrab. Bahkan semakin dekat dari waktu ke waktu. Saat aku sedang bersama dengan thomas. Tiba-tiba hp ku berdering. Aku lihat nama di layar hp ku bertuliskan nama radit. Dia adalah mantanku. Tapi bukankah dia di penjara karena kasus narkoba? Tanya ku dalam batin. Aku coba mengangkat teleponnya dan menjauh dari thomas beberapa meter. Dan benar saja itu suara radit. Dia bilang dia ingin bertemu dengan ku. Aku menolak dengan mentah-mentah. Tapi dia memaksanya, bahkan mengancam jika aku tidak menuruti permintaannya dia akan menghancurkan keluargaku. Terpaksa aku menurut. Aku dengan radit putus tidak dengan cara baik-baik. Sebelum dia tertangkap tangan sedang pesta narkoba di apartemennya aku memergoki dia selingkuh dengan wanita lain di salah satu mall. Awalnya dia tidak mau mengakuinya tapi akhirnya dia berkata “ya memang itu semua benar”. Setelah itu kami tidak berkomunikasi. Sampai pada akhirnya aku mendengar kabar jika ia tertangkap sedang memakai narkoba. Aku bingung kenapa sekarang ia mencari ku. Apa dia ingin menjelaskan soal selingkuhannya? Ah akurasa tidak mungkin.
Saat thomas ingin mengantarkan aku pulang aku berbohong dengannya bahwa aku harus kerumah tante ku untuk bertemu dengan sepupu ku yang tinggal di luar kota. Semua itu aku lakukan karena aku terpaksa ingin menemui radit. Dia bilang dia sudah menunggu ku di lapangan basket tempat dulu dia menyatakan cintanya kepada ku. Aku heran kenapa dia memilih tenpat itu. Menurutku untuk jam 8 malam ini tempat itu sepi sekali, ditambah dengan ruangannya yang indoor. Setibanya disana aku sudah melihat sosok radit yang sedang duduk di bangku penonton. “akhirnya kamu datang juga”. “mau apa kamu bertemu dengan ku?” tanyaku kepadanya. “aku masih sayang sama kamu, aku mau kita . Kita seperti dulu”. Ucapanya kepada ku membuat aku kaget. “maaf aku tidak bisa, aku rasa kamu bisa mendapatkan orang yang lebih baik dari aku” tentu saja aku menolaknya dengan cepat. “kamu terlalu cepat untuk menolaknya. Lebih baik kamu fikir dulu.” Ucapnya kepada ku sambil memegang tangan ku. Tapi aku segera menampisnya dan juga menolak ucapan cintanya dengan sopan, aku takut dia tersinggung dengan ucapan ku. Dia memaksa ku dan meyakinkan aku tidak akan mengulangi kesalahan dahulu yang ia buat sambil menggoyang-goyangkan pundak ku dengan keras. Aku tetap mengatakan tidak bisa. Tapi cengkramannya semakin keras. Entahlah setan apa yang merasuki dirinya. Dia malah berbuat kasar kepada ku. Dia menampar ku,  menjatuhkan ku ke aspal, tapi dia masih memaksa dengan mengatakan cintanya. Ini gila, aku rasa dia sakit jiwa. Dia melakukan itu berkali-kali. Aku menangis tapi dia tidak perduli. Aku mencoba lari tapi pada akhirnya tertangkap juga. Aku berteriak tapi tidak ada yang menolongku. Sampai suatu ketika terdengar suara teriakan seorang pria. “hentikan!!!”. Saat aku ingin melihat sosok pria itu tiba-tiba semuanya buram. Setelah itu aku tidak tau lagi apa yang terjadi. Semua hening tanpa suara.
Rupanya aku pingsan tadi. Saat ini aku sudah berada di apartmen thomas. Ia tinggal disini sendiri. Ia memilih tinggal pisal dengan keluarganya karena ia ingin mandiri. “kenapa kamu bisa tau aku ada di lapangan basket tadi?” tanya aku kepadanya. “sebenarnya aku mengikuti kamu. Saat kamu masuk ke dalam lapangan indoor hp aku bunya. Aku takut ketauan kamu kalau aku ngikutin kamu. Mangkanya aku agak ngejauh dari ruang indoor itu. Setelah aku sudah selesai menelepon tiba-tiba aku dengar kamu berteriak. Aku langsung masuk ke sana. Saat itu Aku heran apa yang akan kamu lakukan disana. Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya thomas kepada ku. Awalnya aku malas untuk menceritakannya karena aku masih merasa sakit, tapi dengan pelan-pelan aku jelaskan kepadanya. dia mendengarkan ceritaku dengan seksama. Ada ketulusan disana saat aku melihat matanya. Tiba-tiba suasana menjadi kaku, mungkin karena kami kehabisan bahan obrolan. Langsung saja aku mengajak dia mengobrol sambil menikmati secangkir kopi. Awalnya aku ingin membuatkan kopi tapi dia bilang biar dia saja, dan menyuruh aku menunggu di teras apartemennya.
Suasana disini sangat romantis. Aku berada di teras apartemen dari lantai 25. Disini aku bisa melihat indahnya jakarta di malam hari. Saat aku sedang duduk sambil menikmati pemandangan lampu jakarta thomas menyodorkan kopi yang ada di tangannya. Setelah aku mengucapkan terimakasi dia bertanya apakah aku senang berada disini. Aku jawab “tentu saja, pemandangan disini sangat indah”. Aku bertanya kepada dia kenapa dia tidak membawa ku kerumah sakit saja. Dan dia menjawab “untuk apa? Aku ini kan seorang dokter juga. Lagi pula aku ingin merawat kamu sendiri”. Jawaban yang membuat aku melayang. Aku takut saat itu aku sedang melayang terbawa angin maklum saja di ketinggian 25 lantai ini anginnya sangat kencang. kemudian Dia melanjutkan pembicaraan tadi “aku mau disaat aku membuka mata di pagi hari bisa melihat kamu. Dan aku mau setiap malam kita bisa menikmati pemandangan indah ini.”. oh my god pembicaraan apa lagi ini. Hatiku sangat dag dig dug mendengar kata-kata itu. Aku takut dia akan mendengar irama jantungku saat ini.  Aku hanya menjawab dengan tawa yang agak chrispy sambil meletakan kopi di meja depan ku yang aku genggam tadi “hahaha... maksudnya?” aku bingung harus berkata apa tuhaaaan. “aku mencintaimu, kamu mau jadi istri ku?. Aku tidak mau kita pacaran karena itu tidak pasti. Aku mau sebuah hubungan yang pasti. Aku butuh jawaban dari kamu sekarang.”. aku terharu mendengar ucapan yang keluar dari bibir thomas itu. Setengah tidak percaya, aku mencoba mencubit tangan ku sendiri sebelelum menjawabnya. “aku serius dan ini bukan mimpi, untuk apa kamu mencobit tangan mu sendiri”. “aku Cuma mau memastikan aja. Daaan... aku bersedia menjalani hari-hari aku bersama kamu” aku menjawab dengan senyuman. Dan dia pun membalas senyumku. Kemudian dia meletakan kopi yang dia genggam. Dan segera memeluk ku erat-erat.

Bagraound song “untuk mu aku bertahan”. Tenanglah kekasih ku, ku tahu hatimu menangis. Beranilah tuk percaya semua ini pasti berlalu. Meski takan mudah namun kau takan sendiri. Ku ada disini... untukmu aku akan bertahan, dalam gelap takan kutinggalkan. Engkaulah teman sejatiku. Kasihku di setiap hariku......

Sabtu, 01 Juni 2013

RESENSI

NAMA            : FITRI YUNINGSIH
KELAS           : 3EA13
NPM               : 19210259

1.       PENGERTIAN RESENSI

       Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku. Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas.
      Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Yang akan kita bahas pada buku ini adalah resensi buku. Resensi buku adalah ulasan sebuah buku yang di dalamnya terdapat data-data buku, sinopsis buku, bahasan buku, atau kritikan terhadap buku.

2.     TUJUAN RESENSI

a. Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif (mendalam) tentang apa yang tampak dan terungkap dalam suatu karya.
b. Memberikan gambaran kepada masyarakat apakah karya yang diresensi itu merupakan suatu karya yang bermutu atau tidak.
c. Memberikan gambaran kepada masyarakat apakah buku itu layak untuk dibaca.

3.     UNSUR-UNSUR RESENSI

Didalam sebuah resensi karya sastra terdapat dua macam unsur, yaitu:
1. Unsur Intrinsik yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari dalam.
· Tokoh : Individu yang mengalami berbagai peristiwa didalam cerita. Jika dilihat dari peran tokoh dalam  
  pengembangan plot dapat dibedakan menjadi tokoh utama dan tokoh pembantu, sedangkan jika dilihat dari 
  fungsi penampilan tokoh dapat pula dibedakan kedalam tokoh protagonis dan tokoh antagonis.
· Tema ialah suatu unsur dalam karya sastra yang menjadi pokok masalah/pokok pikiran dari pengarang 
   melalui karyanya (jalan cerita).
· Plot / Alur  ialah jalan cerita atau rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir. Rangkaian peristiwa ini 
  disusun berdasarkan hukum kausalitas (hubungan yang menunjukkan sebab-akibat).
· Gaya Bahasa  ialah cara pengarang dalam mengungkapkan ide/gagasan melalui cerita.
· Sudut Pandang/Point Of View ialah posisi pengarang dalam sebuah cerita atau karya  sastra.
· Amanat  ialah pesan/kesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui jalan cerita. Pesan dalam karya 
  sastra bisa berupa, kritik, saran, harapan, usul, dll.
· Latar/Setting  ialah tempat dimana terjadinya kejadian/peristiwa dan waktu terjadinya sebuah peristiwa, 
   latar juga menjelaskan segala keterangan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dakam plot cerita.
2. Unsur Ekstrinsik  yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari luar (kebalikan dari unsur intrinsik).
a. Latar belakang kehidupan pengarang.
b. Pandangan hidup pengarang.
c. Situasi sosial, Budaya yang melatarbelakangi lahirnya karya sastra tersebut.

4. BEBERAPA HAL YANG TERDAPAT DALAM RESENSI

Dibawah ini terdapat beberapa hal yang terdapat di dalam sebuah resensi karya sastra :
a. Judul Resensi
b. Data/Identitas Karya Sastra
c.  Isi Resensi
d. Kekurangan & Kelebihan
e. Penutup
Terdapat perbedaan saat pemuatan data/identitas karya sastra yang diresensi, seperti pada resensi buku data yang tercantum ialah seperti berikut ini: judul buku, penulis & penerjemah (jika buku itu berupa terjemahan dari bahasa asing), nama penerbit,cetakan, tahun terbit, tebal buku & jumlah halaman. Pada drama/film maka data untuk resensinya adalah berupa: judul drama/film, penulis, sutradara, genre, pemain,penyunting & penerjemah, tahun terbit, penerbit.

5.  LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT KARYA

1. Mengamati suatu karya
2. Membaca isi suatu karya
3. Membuat ringkasan
4. Memaparkan isi dan mutu suatu karya



Resensi Novel Winter in Tokyo



Judul buku   : Musim dingin di Tokyo
Judul asli     : Winter in Tokyo
Jenis           : Romansa
Penulis         : Ilana Tan
Penerbit      : Gramedia
Tebal          : 320 halaman
Cetakan       : September 2008

          Membaca novel musimnya Ilana Tan memang harus berurutan, ini adalah novel ketiga Ilana Tan. Seperti dua novel sebelumnya, Summer in Seoul dan Autumn in Paris, novel ini juga menggunakan musim sebagai judul, yaitu Winter in Tokyo atau kalau dibahasa Indonesiakan “Musim Dingin di Tokyo”. Novel ini bercerita tentang kisah cinta seorang gadis peranakan (Indonesia – Jepang) bernama Ishida Keiko dengan Kazuto.
            Semua berawal ketika Ishida Keiko yang tinggal di sebuah apartemen kecil dua lantai di pinggiran Tokyo mendadak kedatangan tetangga baru. Nishimura Kazuto, nama tetangga baru itu. Dia kembali ke Tokyo setelah 10 tahun lamanya tinggal di Amerika dan tidak pernah pulang ke Jepang. Alasan kepulangannya satu, untuk melupakan Yuri. Sahabat, tetangga, dan wanita yang dicintainya dan akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Perlahan, Keiko mulai akrab dengan Kazuto. Meskipun kesan pertama Keiko setelah melihat Kazuto Nishimura adalah seorang pria yang cukup berantakan, namun kebaikan hati Kazuto mampu menyentuh hati Keiko dalam jangka waktu pendek, karena Kazuto ternyata seorang pria yang perhatian, baik hati, menyenangkan dan bisa diandalkan. Apartemen mereka yang berhadapan, semakin mempererat hubungan keduanya.
          Keduanya tidak sadar ketika cinta perlahan menelusup di hati. Di sisi lain, Keiko yang sejak kecil masih dibayang-bayangi oleh cinta pertamanya, seorang bocah laki-laki bertopi biru yang menolongnya mencarikan kalung di hari bersalju, nampaknya kurang bisa membuka hati ke pria lain walaupun Kazuto sedekat itu dengannya. Keiko yang masih terbayang akan cinta pertamanya, Kitano Akira, mencoba memungkiri perasaannya. Seolah melupakan Kazuto, Keiko terbuai dalam angannya sendiri. Kazuto di pihak lain, lebih ekspresif, mengingat pekerjaannya sebagai street photografer, ia lebih cepat menyadari perasaannya terhadap Keiko. Fokus kameranya selalu membidik sosok Keiko. Mengejar sosok Keiko, dan frustasi karena Keiko tidak pernah bisa melihatnya. Semua berjalan begitu salah. Sampai suatu hari pertemuan tak terduga dengan cinta pertamanya menghampiri dengan tiba-tiba. Ternyata cinta pertama Keiko sewaktu kecil dulu adalah sahabat Kazuto sejak kecil yang bernama Kitano Akira. Keiko yang masih berbunga-bunga lantaran bertemu dengan cinta pertamanya harus menghadapi kenyataan pahit yang lain ketika, sesuatu yang berharga yang telah lama di sampingnya seakan menghilang tak berbekas, karena sebuah kecelakaan tak terduga terjadi yang menyebabkan Kazuto Nishimura kehilangan ingatannya.
            Kemudian, Kazuto kehilangan ingatan karena sebuah kecelakaan. Meninggalkan lubang besar dalam dadanya. Ia masih bisa mengingat hingga hari sebelum kepulangannya ke Tokyo saat ia masih di Amerika. Celakanya ia melupakan bagian terbaik kenangannya selama sebulan di Tokyo. Termasuk seseorang yang sudah menjadi bagian dari hidupnya, atau kejadian saat malam natal, ucapanna di stasiun, janjinya akan hari valentine. Disaat dia tidak bisa mengingat apapun, Yuri bagian dari masa lalu itupun datang. Membuat dia semakin jauh dari orang yang harusnya dia sayangi.
            Tapi takdir tetap bermain disini. Terhalang apapun, hati tidak pernah berbohong. Dia, dia yang hilang ingatan, yang seharusnya tidak ingat apa-apa selalu berdebar setiap kali melihat orang itu. Orang yang tidak bisa dia ingat. Saat itulah Keiko menyadari bagaimana perasaannya terhadap Kazuto. Ia merasa begitu kehilangan. Dan sangat sakit hati ketika Yuri datang ke Jepang. Namun perasaan tidak bisa berbohong. Kendati lupa akan kenangannya bersama Keiko, Kazuto tetap jatuh ke dalam perangkap cinta yang sama. Ia sekali lagi jatuh cinta pada Keiko. Namun, Kazuto tidak bisa berkutik ketika hubungan Keiko dengan Kitano Akira semakin intim. Semua terasa begitu salah.
          Hingga akhirnya Ishida Keiko benar-benar menyadari cintanya pada Nishimura Kazuto, dan begitupun dengan Nishimura Kazuto yang sudah pulih dengan ingatannya yang masih mencintai Ishida Keiko sebelum, saat dan sesudah amnesia. Dan akhirnya mereka pun bersama.
         Di novel ketiganya ini, Ilana Tan semakin piawai membentuk karakter tokoh-tokoh utamanya. Sehingga novel ini dapat meninggalkan kesan yang baik di hati pembaca, terutama para remaja. Karena sebagian besar karakter novel ini disesuaikan dengan karakter remaja-remaja jaman sekarang. Para remaja yang membaca novel ini pasti seolah-olah ia ikut merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh utama dalam novel tersebut , apalagi para remaja yang suka novel romance.

      - Kelebihan novel "Winter in Tokyo" :
jalan ceritanya yang menarik dan berbeda dari novel-novel lain, sehingga membuat pembaca sulit menebak peristiwa yang terjadi selanjutnya dan juga bisa membuat pembaca penasaran serta mengundang antusias pembaca untuk membaca novel ini. Sampul novel Winter In Tokyo  ini juga menarik, dengan judul yang menarik pula. Ketika konflik di tengah buku sudah mulai menyeruak, saya semakin bisa merasakan sakitnya hati Keiko seolah-olah saya yang merasakannya. Salut untuk Ilana Tan yang bisa menciptakan novel seindah ini. Apalagi endingnya, bisa membuat pembaca berteriak-teriak sendiri karena senangnya. Novel ini adalah rekomendasi terbaik untuk teman-teman yang suka membaca kisah romance tanpa ada kesan norak di dalamnya.

     - Kekurangan novel "Winter in Tokyo" :
Profil Kazuto dari segi fisik tidak jelas, berapa tingginya, warna kulitnya, ciri khas fisiknya (apakah bercodet, memiliki lesung pipi, tampan, bermata coklat, dsb) tidak di deskripsikan Ilana Tan dengan baik. Begitu juga dengan penggambaran dari sisi fisik tokoh lainnya. Memang Ilana Tan memberi gambaran mengenai warna rambut, mata lebar, dan sebagainya, tapi saya merasa masih mengambang (maksudnya kurang kuat).

Sumber
http://sindyariesta.blogspot.com/2012/03/resensi-novel-winter-in-tokyo.html