Selasa, 07 Mei 2013

PROPOSAL


"PROPOSAL"


1.1  Latar Belakang
      Di zaman sekarang ini perkembangan ilmu dan teknologi sudah semakin berkembang pesat. Begitu juga dengan perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia. Semakin hari semakin banyak perusahaan yang menawarkan berbagai jenis telepon genggam atau telepon seluler untuk ditawarkan kepada konsumen. Di indonesia hampir seluruh masyarakat menggunakan telepon seluler. Telepon seluler sudah menjadi bagian hidup manusia yang sangat penting dan tidak bisa dipisahkan. Saat ini ponsel tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi tetapi juga digunakan untuk meningkatkan prestise dan mengikuti trend atau gaya hidup. Begitu juga dengan produk ponsel yang sekarang ini sedang berkembang pesat. Dengan melihat peluang itu para perusahaan telepon seluler berlomba – lomba menciptakan suatu produk yang kreatif dan inovatif untuk menarik minat para konsumen.
      Masyarakat tentunya akan memilih produk ponsel yang mempunyai banyak keunggulan. Berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat baik berasal dari iklan penjual, anggota keluarga atau teman yang telah memakainya atau pun dari sumber informasi lain maka mereka mempunyai banyak pilihan.Harapan yang ada, dengan memilih produk dari ponsel oleh masyarakat adalah berbagi kemudahan dalam melakukan komunikasi dengan biaya yang ekonomis.
      Sekarang ini banyak konsumen ingin memiliki ponsel dengan kualitas yang bagus dan canggih tetapi dengan harga yang relatif  terjangkau dan disinilah samsung dapat mengambil kesempatan itu.membuktikannya. Dengan semakin tertariknya konsumen dengan produk ini sehingga Samsung semakin kreatif dan inovatif dengan mengeluarkan produk-produk sejenis dengan harga yang relatif murah. 
      Dengan semakin beragamnya produk yang dikeluarkan oleh samsung semakin banyak konsumen yang tertarik untuk membeli produk-produk Samsung,, terkadang perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh banyak faktor seperti mengikuti gaya hidup yang semakin canggih dan tidak ingin ketinggalan zaman selain itu bisa saja karena harga yang relatif terjangkau sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut. Jika dijabarkan mungkin masih banyak lagi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli suatu produk.
      Dari uraian tersebut di atas maka penulis tertarik membahas masalahpenelitian tentang :“Analisis Faktor–Faktor Perilaku Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Produk Ponsel Samsung di Kalangan Mahasiswa.”

1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas maka dapat  ditarik suatu rumusan permasalahan yaitu :
1.    Faktor-faktor apakah yang membentuk keputusan pembelian konsumen sehingga dapat meningkatkan penjualan pada ponsel Samsung?
2.    Dari faktor tersebut manakah yang paling besar hubungannya dalam keputusan pembelian ponsel Samsung?

1.3  Tujuan Penelitian
          Berdasarkan latar belakang dari permasalahan tersebut di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk:
1.      Untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang membentuk konsumen dalam keputusan pembelian terhadap ponsel Samsung.
2.      Untuk mengetahui dari faktor-faktor tersebut mana yang paling besar hubungannya dalam keputusan pembelian ponsel Samsung

1.4  Manfaat Penelitian
a.Bagi Perusahaan
Sebagai sarana untuk memberikan masukan penilaian bagi perusahaan yang diteliti dan dapat diterapkan di masa mendatang. Sehingga dalam menarik minat konsumen dapat semakin memperbesar kepercayaan terhadap suatu merek dan tentunya menjaga agar konsumen tidak berpindah ke merek yang lain.
b.Bagi Penulis
Bagi penulis, selain sebagai syarat pendidikan juga menambah khasanah ilmu pengetahuan bidang ilmu manajemen pemasaran serta melatih untuk dapat menerapkan teori yang diperoleh diperkuliahan.   

1.5  Metode Penelitian
1.5.1        Objek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan Universitas Gunadarma. Alasan pemilihan lokasi tersebut adalah untuk melihat banyaknya mahasiswa yang menggunakan ponsel Samsung yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian.


1.5.2        Data/ Variabel
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari hasil wawancara dengan objek penelitian atau mahasiswa yang berkesempatan mengisi kuisioner yang peneliti berikan.Data sekunder adalah data yang didapat dari objek penelitian, buku bacaadan literatur lainnya yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas oleh penulis.
1.5.3        Metode Pengumpulan Data
1. Teknik Wawancara adalah penulis mengadakan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang bersangkutan, yaitu para mahasiswa yang terpilih sebagai responden guna mendapatkan data yang diperlukan.
2. Teknik Observasi adalah pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian yaitu mahasiswa yang memakai ponsel Samsung sehingga dapat diperoleh informasi yang akurat.
3. Teknik Kuisioner adalah serangkaian pertanyaan yang diserahkan secara langsung kepada responden yang ditemui secara langsung di Universitas Gunadarma
1.5.4        Hipotesis
Hipotesis ini merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih diuji secara empiris. Hipotesa adalah “pernyataan yang masih lemah kebenarannya masih perlu dibuktikan kenyataannya” (Hadi, 2001:257).  Dari pendapat tersebut, maka suatu hipotesis yang dikemukakan nantinya bukanlah suatu jawaban yang benar secara mutlak, tetapi dipakai sebagai jalan untuk mengatasi permasalahan yang ada, dan masih harus dibuktikan kebenarannya. 

1.5.5        Alat Analisis yang digunakan
1. Uji Validitas
Uji ini merupakan ukuran yang menunjukkan tingkat kemantapan suatu instrumen. Untuk mengetahui ketepatan apa yang ingin diukur, sbeuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan.
Di mana :
            r  = koefisien korelasi
            n  = banyaknya sampel
            X  = variabel yang mempengaruhi (variabel bebas)
      Y  = variabel yang dipengaruhi (variabel terikat)
2. Uji Reliabilitas   
Reliabilitas menurut Arikunto (1998:170) adalah : “Menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen yang cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah baik.” 

3. Analisis Regresi Berganda 
Di dalam penelitian ini yaitu Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk ponsel Samsung, penulis menggunakan analisis statistik  yaitu regresi berganda dengan rumus sebagai berikut :  


PELANGI


"PELANGI"


Warna indah itu muncul dengan begitu menakjubkan

Muncul ketika badai badai sudah berlalu

Muncul dengan sinar yang bisa membuat semua orang tidak bosan melihatnya

Warna yang ditunggu setiap orang tak kala setiap habis hujan

Warna yang membuat langit indah

Warna itu disebut pelangi

Ya nama yang indah begitupun dengan warna yang dihasilkan

Menunggu munculnya pelangi bagaikan menunggu seseorang

Seseorang sudah lama tak bertemu

Seseorang yang pergi tanpa alasan

Seseorang yang sangat amat disayangi

Seseorang yang berharga bagikan pelangi hidupku

RINDU IBU


"RINDU IBU"


Dia datang tanpa sepatah kata

Tak ada yang berubah dari penampilannya

Hanya saja sikapnya penuh dengan tanda tanya

Wajah itu menyiratkan beribu-ribu arti yang tidak dapat dipahami

Tetes air mata mulai menuruni pipinya

Air mata kerinduan

Rindu akan sesuatu yang tidak dapat dipahami

Rindu yang tidak tertahankan

Rindu itu rindu seorang ibu kepada anaknya

Anak yang ditunggunya setiap saat

Anak yang selalu dia banggakan

Air mata  kekhawatiran

Kekhawatiran seorang ibu terhadap anaknya yang pergi ke medan perang

Hanya doa yang dapat menenangkan perasaannya

Doa yang tiada henti dia lantunkan untuk anaknya



LAPORAN


A. LAPORAN
Laporan mempunyai peranan yang penting pada suatu organisasi karena dalam suatu organisasi dimana hubungan antara atasan dan bawahan merupakan bagian dari keberhasilan organisasi tersebut. Laporan adalah suatu cara komunikasi dimana penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggungjawab yang dibebankan kepadanya. Dalam laporan berisi tentang penyampaian  informasi  mengenai sebuah masalah yang telah atau tengah diselidiki dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang akan diambil.

B. Dasar-dasar laporan

1.Pemberi laporan

Laporan melibatkan orang atau pihak yang memberikan laporan. Pemberi laporan dapat berupa perseorangan, sebuah panitia yang ditugaskan untuk maksud tertentu. Dapat pula  dibuat oleh peorangan atau badan kepada seseorang atau instansi yang dianggap perlu mengetahui walaupun tidak diminta.

2.Penerima laporan

Yang menerima laporan adalah orang atau badan yang menugaskan, atau badan yang dianggap perlu mendapatkan laporan tersebut.

3.Tujuan laporan

Tujuan laporan pada umumnya berkisar pada hal-hal berikut: untuk mengatasi suatu masalah, untuk menagmbil suatu keputusan yang lebih efektif, mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah, untuk mengadakan pengawasan dan perbaikan, untuk menemukan teknik-teknik baru dan sebagainya. Pembuat laporan harus memperhatikan sungguh-sungguh tujuan laporan ini, sehingga pengarahan, ilustrasi, dan perincian diarahkan secara tepat kepada tujuan terakhir dari laporan itu.

C. Jenis - jenis Laporan

·        Laporan informativ, yaitu laporan yang dimaksudkan untuk memberi informasi dan bukan dimaksudkan untuk memberi analisis atau rekomendasi. Titik pentingnya adalah pemberian informasi yang akurat dan terinci.

·        Laporan rekomendasi, yaitu laporan yang di samping memberikan informasi juga menyertakan pendapat si pelapor, dengan maksud memberikan rekomendsasi (usul yang tidak mengikat). Meski demikian akurasi dan rincian informasi tetap diperlukan supaya rekomendasi yang diberikan juga meyakinkan.

·        Laporan analitis, yaitu laporan yang memuat sumbangan pikiran si pelapor, bisa berupa pendapat atau saran, setelah melalui analitis yang matang dan mendalam. Kebanyakan laporan akademis berada pada kategori ini.

·        Laporan Pertanggungjawaban, di mana si pelapor memberi gambaran tentang pekerjaan yang sedang dilaksanakan (Progress report) atau sudah dilaksanakan (bersifat evaluatif).

·        Laporan Kelayakan (feasibility report). Pelapor menganalisis suatu situasi atau masalah secara mendalam untuk menuju penilaian yang bersifat pilihan: layak atau tidak. Berbagai alternative dinanalisis, kemudian ditentukan mana yang lebih baik.

D. Sifat laporan

Laporan yang baik harus ditulis dalam bahasa yang baik dan jelas. Isi dari laporan harus diurutkan dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat masuk akal. Fakta-fakta atau bahan-bahan yang disajikan pelapor pun harus dapat menimbulkan kepercayaan, tertama bila pelapor  itu dimaksudkan untuka mengambil suatu tindakan tertentu. Selain itu terdapat sifat-sifat laporan sebagi berikut:
1.      Laporan harus bersifat imajinasi.
2.      Laporan yang dibuat harus sempurna dan komplit,yang berarti tidak boleh ada hal-hal yang diabaikan bila hal-hal itu diperlukan untuk memperkuat kesimpulan dalam laporan itu.
3.      Laporan juga harus disajikan secara menarik.

E. Macam-macam bentuk laporan
a)      Laporan beberbentuk formulir isian
Laporan yang berbentuk formulir isian biasanya telah disiapkan blanko daftar isian yang diarahkan kepada tujuan yanga kana dicapai. Laporan ini bersifat rutin dan seringkali berbentuk angka-angka.
b)      Laporan berbentuk surat
Bila sebuah laporan tidak banyak mengandung tabel, angka atau sesuatu hal lain yang digolongkan pada tabel dan angka, maka bentuk yang paling umum dipergunakan adalah laporan berbentuk surat. Laporan berbentuk ini tidak banyak berbeda dengan sebuah surat biasa, kecuali bahwa ada sesuatu subyek yang ingin disampaikan agar dapat diketahui oleh penerima laporan. Jika penulis laporan mempergunakan bentuk surat dalam laporannya, maka nada dan pendekatan yang bersifat pribadi memegang peranan yang penting, seperti halnya dengan surat-surat lainnya.
c)       Laporan bebentuk memorandum
Laporan yang berbentuk memorandum( saran, nota, catatan pendek) mirip dengan laporan berbentuk surat, namun biasanya lebih singkat. Biasanya digunakan untuk suatu laporan yang singkat dalam bagian-bagian suatu organisasi, atau antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja dan seringkali bermanfaat utuka suatau laporan yang bersifat formal.
d)       Laporan perkembangan dan laporan keadaan
Laporan perkembangan pada prinsipnya berbeda dari laporan keadaan. Menurut arti laporan perkembangan adalah suatu macam laporan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembanagn, perubahan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembangan, perubahan, atau tahap  mana yang sudah dicapai dalam usaha untuk mencapai tujuan. Sebaliknya laporan keadaan mengandung konotasi bahwa tujuan dari laporan itu adalah menggambarkan kondisi yang ada pada saat laporan itu dibuat.
e)      Laporan berkala
La[poran semacam ini selau dibuat dalam jangka waktu tertentu. Dalam bentuk sederhan, laporan semacam ini dapat dibuat dalam bentuk formulir-formulir isian, atau dalam bentuk memorandum.
f)       Laporan laboratoris
Tujuan laporan laboratoris adalah menyampaikan hasil dari percobaan atau kegiatan yang dilakuakan dalam laboratoria. Oleh sebab itu laporan ini seringkali memuat percobaan-percobaan yang telah dilakukan. Kerangka laporan laboratoris:
1.      Halaman judul
2.      Obyek atau tujuan
3.      Teori (yang menyangkut teori mana yang diterapkan)
4.      Hasil-hasil yang dicapai dalam percobaan ini dengan mempergunakan metode diatas
5.      Diskusi atas hasil yang telah dicapai dalam percobaan
6.      Kesimpulan
7.      Apendiks
8.      Data asli
g)      Laporan formal dan semi formal
Laporan formal adalah laporan yang mennuhi persyaratan-persyaratan tertentu sebagai yang akan disebutkan dibawah,sedangkan nadanya bersifat impersonal dan materinya disajikan dalam suatu pola struktur seperti yang terdapat dalam buku-buku.

Ciri-ciri umum yang dijadikan pegangan untuk menetapkan apakah laporan merupakan laporan formal, adalah:
1.      Harus ada halaman judul
2.      Biasanya ada sebuah surat penyerahan
3.      Daftar isi
4.      Ada ikhtisar untuk mengawali laporan atau abstrak
5.      Ada pendahuluan
6.      Bila ada kesimpulan dan saran biasanya diberi judul tersendiri
7.      Isi laporan yang terdiri dari judul-judul dengan tingkat yang berbeda-beda
8.      Nada yang dipergunakan adalah nada resmi, gayanya bersifat impersonal
9.      Jika perlu laporan formal dilengkapi dengan tabel dan angka-angka
1.  Laporan formal biasanya didokumentasikan secra khusus.

h)      Laporan buku
Suatu  macam laporan untuk kepentingan pendidikan atau perkuliahan di perguruan tinggi. Laporan buku bertujuan untuk mendorong mahasiswa membaca buku-buku yang diwajibkan atau yang dianjurkan, serta meningkatkan kemampuan mereka memahami isi buku-buku tersebut. Laporan buklku tidak perlu mengikuti persyaratan bagi laporan formal,  disamping itu laporan ini berbeda dari laporan-laporan lain karena ia tidak diperlukan oleh penerima laporan. Karena itu cukup bila terdiri dari bagian-bagian berikut : judul, pendahuluan (mencakup surat penyerahan dan pendahulan), isi laporan, kesimpulan dan saran. Laporan buku tidak hanya berakhir dengan penyajian ringkasan buku, tetapi diakhiri dengan kesimpulan.

F.  Struktur / Sistematika Laporan
Laporan lengkap yang lengkap, harus dapat menjawab semua pertanyaan mengenai : apa ( what ), mengapa ( why ), siapa ( Who ), dimana ( where ), kapan ( when ), bagaimana ( how ).
Urutan isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami. Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut :
1. Pendahuluan
Pada pendahuluan disebutkan tentang :
1) Latar belakang kegiatan.
2) Dasar hukum kegiatan.
3) Apa maksud dan tujuan kegiatan.
4) Ruang lingkup isi laporan.

2. Isi Laporan
Pada bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain :
1) Jenis kegiatan.
2) Tempat dan waktu kegiatan.
3) Petugas kegiatan.
4) Persiapan dan rencana kegiatan.
5) Peserta kegiatan.
6) Pelaksanaan kegiatan (menurut bidangnya, urutan waktu pelaksanaan, urutan fakta / datanya).
7) Kesulitan dan hambatan hasil kegiatan.
9) Kesimpulan dan saran penyempurnaan kegiatan yang akan datang.

3. Penutup
Pada kegiatan ini ditulis ucapan terima kasih kepada yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan itu, dan permintaan maaf bila ada kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat.


Referensi:

http://sungie.blogspot.com/2012/05/laporan.html

http://irabieber.wordpress.com/2011/11/11/laporan/.html

Minggu, 31 Maret 2013

SENYUM YANG HILANG


SENYUM YANG HILANG

 Pria tua itu duduk termenung di ujung jalan
Dia nampak tertunduk lemah dan menangis
Dengan senyum itu dia bisa bertemu dengan anaknya
Bertemu dengan anak yang selalu menunggunya
Seorang anak yang selalu berharap ayahnya membawa sedikit rezeki untuknya
Namun harapan itu pun sirna sudah ketika melihat keadaan ayahnya yang berbeda
Pria tua itu nampak berantakan bagaikan pemulung jalanan
Namun dengan begitu pria tua itu tetap tersenyum, yang mengartikan dia baik-baik saja
Dibalik senyum itu terdapat sebuah kesakitan, keputusasaan dan kebingungan
Pria tua itu hanya memikirkan kehidupan anaknya
Memikirkan kehidupan anaknya jika tiba-tiba dia sudah tidak ada di dunia
Hanya anaknyalah yang selalu berada di hati dan pikirannya
Hanya anaknya yang menjadi semangatnya agar dapat bertahan hidup
Senyum, senyum dan senyum itu yang menandakan dia baik-baik saja
Senyum itu pula yang selalu di ingat oleh anaknya
Senyum seorang ayah
Senyum seorang pahlawan dalam hidupnya
Senyum seorang pria hebat
Senyum yang menenangkan jiwa
Namun senyum itu telah hilang
senyum yang tidak akan bisa dilihat lagi oleh seorang anak
senyum yang akan selalu dirindukan oleh seorang anak



ARTI SEBUAH PENGORBANAN


ARTI SEBUAH PENGORBANAN

                Hujanpun turun membasahi bumi tanah pemakamanpun menjadi basah dan tergenang air hujan. Suasana pemakamanpun semakin sunyi hanya ada suara lantunan doa dan suara hujan yang semakin lebat. Di depan makam tersebut ada seorang anak perempuan sedang menangis tanpa henti. Ternyata itu adalah pemakaman ayahnya yang sangat dia hormati dan dia banggakan. Anak perempuan itu adalah Jihan. Jihan seorang anak SMA yang ceria, pandai dan mudah bergaul. Balik itu semua ternyata tersimpan sesuatu yang tidak orang lain ketahui yaitu tentang keluarganya yang bisa dibilang berbeda dengan keluarga lainnya. Jihan mempunyai seorang ayah yang hanya berprofesi sebagai tukang sol keliling serta ayahnyapun memiliki kekurangan soal fisik, kaki kanannya harus diamputasi akibat kecelakaan lalu lintas tetapi walaupun begitu dia tidak pernah malu terhadap keadaan ayahnya, justru sebaliknya jihan sangat bangga dengan ayahnya karena ayahnya sudah banting tulang bekerja dari pagi sampai malam demi menafkahi keluarganya.

                 Dina adalah ibunya jihan seorang perempuan yang sangat cantik, berpendidikan dan orang tuanya juga sangat mapan, namun dia lebih memilih untuk menikahi suryo yg tidak lain adalah ayahnya jihan dan memilih hidup sederhana meninggal keluarganya yang kaya raya. Dina sekarang bekerja di bank swasta namun walapun begitu dia tetap menghormati suaminya dan dia tidak pernah sekalipun merasa menyesal dan malu mempunyai suami seperti suryo. Satu lagi anggota keluarga jihan yaitu Jordan dia adalah kakaknya Jihan walaupun disebut kakak, Jihan tidak pernah sekalipun mengobrol dengannya bahkan dirumahpun mereka bagaikan orang asing yang tidak saling kenal.

                Jihan mempunyai seorang kekasih bernama fandy bisa dibilang fandy itu bukan hanya seorang kekasih tetapi dia juga seorang sahabat bagi jihan. Hanya kepada fandylah jihan bisa mengeluarkan semua permasalahan serta keluh kesah dalam hidupnya dan hanya kepada fandy jihan bisa lebih terbuka terhadap semua hal. Dihadapan keluarganya jihan tidak pernah mengeluh terhadap apapun karena jihan tahu bahwa sekarang ini keluarganya mempunyai masalah yang sangat berat dan dia tidak ingin menambah beban dalam keluarganya itu jadi dia hanya menutupi perasaannya.

                Dari semua kesalahan-kesalahan jordan ayahnyalah yang menanggung semua konsekuensinya. Dia rela menerima semua caci maki dan hinaan dari orang disekitarnya hanya untuk melindungi putra yang disayanginya. Bahkan dia rela menggantikan jordan  penjaraa dan menerima hukuman yang bahkan dia sendiri tidak melakukannya. Mungkin hanya dengan cara itulah suryo bisa menjadi seorang ayah sesungguhnya karena dengan keterbatasan yang dimilikinya tersebut yang terkadang membuat suryo merasa tidak berguna. Suryo bahkan malu terhadap istrinya karena tidak bisa membantu banyak dalam keluarga namun suryo masih bersyukur dengan kehidupan yang dimilikinya.

                Dengan keadaan keluarga yang seperti ini jihan hanya bisa diam karena sudah berbagai cara dia lakukan untuk membantu semua persoalan yang disebabkan oleh jordan namun semua itu sia-sia tidak ada satu pun yang berhasil, jordan pun tidak berubah dia bahkan semakin hari semakin tidak terkontrol bahkan ibunya sendiripun sudah bisa berbuat apa-apa. Dengan semua kesalahan yang dilakukan jordan, suryo bahkan tidak marah sedikitpun terhadap anaknya itu. Jihan dan dina pun sebisa mungkin selalu menjenguk suryo di penjara, tanpa mereka sadari bahwa penyakit kanker yang di derita suryo sudah semakin parah.

                Tetapi suryo tetap merahasiakan keadaannya tersebut dari anak dan istrinya. Suryo tidak ingin merepotkan orang-orang yang disayanginnya tersebut dan dia tidak ingin membuang-buang uang hanya untuk mengobati penyakitnya yang sudah jelas tidak bisa disembuhkan. Sampai akhir suryo tetap merahasiakan semuanya,sakit yang dia rasakan tetap dia tahan dia rasakan sendiri. Teman satu sel suryo bahkan sampai tidak tega melihat temannya itu merasakan kesakitan. Setiap kali melihat suryo seperti itu temannya sampai meneteskan air mata. Hari dan bulan pun berlalu tetapi suryo tetap tidak ingin dikunjungi oleh keluarganya. Tiba-tiba hal buruk pun terjadi suryo kritis dan dibawa kerumah sakit dengan cepat.

                Tidak berapa lama jihan, dina dan fandy sampai dirumah sakit, seketika mereka menangis mendengarkan diagnosis dokter. Sekarang mereka hanya bisa pasrah dan menunggu suryo sadar. Hari-hari berlalu namun suryo tidak kunjung sadar, dan sampai akhirnya tuhan berkehendak lain. Tuhan lebih sayang dengan suryo dan mengambil jiwanya. Seketika suasana hening berubah menjadi suara tangis. Pada saat acara pemakaman jihan menerima surat yang ditulis oleh ayahnya tersebut sebelum ayahnya wafat. Surat itu berisi kan “ keluargaku tercinta aku sangat bersyukur memiliki keluarga seperti kalian, mungkin saat kalian membaca surat ini aku sudah tidak ada disisi kalian. Aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu istriku, kau adalah seorang perempuan yang luar biasa kau rela menerima setiap jengkal kekuranganku aku bahkan belum bisa sedikitpun membahagiakanmu. Maafkan aku karena aku tidak bisa disampingmu lagi, maafkan aku tidak bisa membantumu dalam merawat anak-anak kita. Maafkan aku karena belum bisa menjadi seorang ayah yang sempurna untuk jordan dan jihan. Tolong rawat mereka baik-baik dan jangan terlalu keras terhadap mereka terutama jordan. Mungkin dia seperti itu karena kesalahanku yang belum bisa mendidiknya dengan baik. Dan jihan mungkin kau bisa mengajaknya berbicara karena dia butuh tempat untuk meluapkan semua perasaannya, hati jihan itu terlalu rapuh sama seperti dirimu. Aku cinta kalian semua”

MACAM-MACAM KARANGAN BESERTA CONTOHNYA


MACAM-MACAM KARANGAN BESERTA CONTOHNYA

Karangan dapat dibagi menjadi beberapa macam,yaitu :

1.Karangan Narasi
Karangan narasi ialah yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian yang didalamya terdapat alur cerita, setting, tokoh dan konflik tetapi tidak memiliki kalimat utama.

Ciri-ciri/karakteristik karangan Narasi yaitu :
1.  Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
2. Disajikan dalam waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
3.  Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
4.  Latar (setting)

Pola narasi secara sederhana: awal – tengah – akhir Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca. Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda. Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.

Karangan narasi dibagi menjadi dua yaitu :

1    1. Narasi fiksi
Contoh Narasi yang berupa fiksi: novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.

Luka Gadis Kecil
                Di sore hari menjelang maghrib gadis kecil yang imut,cantik,berkerudung merah itu bernama Alisya.Ia terus memandangi lautan yang biru,gulungan riak-riak ombak kecil tak membuatnya bergeming. Hembusan hawa pantai nan panas, tak membuat matanya beralih dari laut. Air pantai terus menyapu lembut kulit kakinya,dan deburan suara ombak mengisiki telinganya.
                Hari itu langit tak berawan. Ia terus memandangi laut yang semakin biru sampai ambang cakrawala.Ia memandangi nelayan yang tengah menepi. Memandangi pulau kecil nan jauh di seberang sana. Ia sangat benci laut!
                Gadis itu benci laut, karena di sanalah kedua orang tuanya meninggal beserta adik yang sangat disanginya itu meninggal akibat tenggelamnya kapal yang ditumpanginya sekitar 3 bulan yang lalu itu.Hingga saat ini Alisya tak bisa melupakan kejadian itu,setiap hari ia hanya bisa menangis dan tersenyum kecil mengenang kenagan terindah keluarganya saat berliburan ke Jepang sebagai hadiah ulang tahun nya 1tahun yang lalu.

2    2. Narasi fakta
Contoh Narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman.

Contoh narasi berisi fakta:
Ir. Soekarno
Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang

2.Karangan Deskripsi ( Menggambarkan )

Karangan Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek yang digambarkan itu. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang, benda, atau tempat.

Ciri-ciri karangan deskripsi yaitu :
1. Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
2. Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah  mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang dideskripsikan
3. Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
4. Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis

Contoh karangan deskripsi yaitu :

Sapi Friesian Holstein

Sapi Friesian Holstein adalah sapi yang terkenal karena produksi susunya yang tinggi yaitu sekitar 6.350 kg per tahun dengan presentase lemak susu sebesar 3,7 %. Sapi ini berasal dari bagian utara negeri Belanda. Jenis sapi ini dikatakan tersebar hampir ke seluruh dunia,baik di negara subtropis maupun tropis.

Sapi ini berciri-ciri warna bulunya hitam putih dengan berat mencapai 1000kg,dan sapi betina nya sekitar 650kg. Selain sebagai penghasil susu yang baik, jenis ini baik juga sebagai pedaging.

Di Indonesia saat ini,sapi Friesian Holstein adalah paling banyak dimanfaatkan sebagai sapi perah. Selain pemakaian sapi perah sebagai jenis murni,di Indonesia juga terdapat jenis baru yang disebut sapi Grati yaitu hasil persilangan antara Friesian Holstein dan sapi lokal (peranakan Ongole).

3.Karangan Eksposisi
Karangan Eksposisi adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan, memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.
 Ciri-ciri/karakteristik karangan Eksposisi yaitu :
·         Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
·         Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual)
·         Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
·         Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
·         Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu

Contoh karangan Eksposisi :
Catatan: Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.

Cara mencangkok tanaman:
1. Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.
2.  Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
3.  Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira sepanjang 10 cm.
·      
          Langkah menyusun eksposisi: Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

4.Karangan Argumentasi
Karangan Argumentasi adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.

Ciri-ciri/karakteristik karangan Argumentasi yaitu :

1. Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga  kebenaran itu diakui oleh pembaca
2. Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar
3. Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
4. Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas
5. Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian

Contoh Karangan Argumentasi :

Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

Tema/ topik yang tepat untuk argumentasi, misalnya: Disiplin kunci sukses berwirausaha, Teknologi komunikasi harus segera dikuasai, Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial.

Langkah menyusun argumentasi : Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi

Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Ciri Karya Ilmiah :

1.  Objektif.
Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.

2.  Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.

3. Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.

4.  Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.

5. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan).
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.

6. Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).

7.  Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.
Sedangkan syarat-syarat karya ilmiah adalah sebagai berikut :
-        Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
-        Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya.
-         Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
-        Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
-        Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandungdalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
-        Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).

Pada prinsipnya semua karya ilmiah yaitu hasil dari suatu kegiatan ilmiah. Dalam hal ini yang membedakan hanyalah materi, susunan , tujuan serta panjang pendeknya karya tulis ilmiah tersebut,. Secara garis besar, karya ilmiah di klasifikasikan menjadi dua, yaitu karya ilmiah pendidikan dan karya ilmiah penelitian.

a.    Karya Ilmiah Pendidikan

Karya ilmiah pendidikan digunakan tugas untuk meresume pelajaran, serta sebagai persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan. Karya ilmiah pendidikan terdiri dari:
  •          Paper (Karya Tulis).

Paper atau lebih populer dengan sebutan karya tulis, adalah karya ilmiah berisi ringkasan atau resume dari suatu mata kuliah tertentu atau ringkasan dari suatu ceramah yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya.

Tujuan pembuatan paper ini adalah melatih mahasiswa untuk mengambil intisari dari mata kuliah atau ceramah yang diajarkan oleh dosen, penulisan paper ini agak di perdalam dengan beberapa sebab antara lain, Bab I Pendahuluan , Bab II Pemaparan Data, Bab III Pembahasan atau Analisisdan Bab IV Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.
  •          Pra Skripsi

Pra Skripsi adalah karya tulis ilmiah pendidikan yang digunakan sebagai persyaratan mendapatka gelar sarjana muda. Karya ilmiah ini disyaratkan bagi mahasiswa pada jenja0ng akademik atau setingkat diploma 3 ( D-3).
Format tulisannya terdiri dari Bab I Pendahuluan (latar belakang pemikiran, permasalahan, tujuan penelitian atau manfaat penelitian dan metode penelitian). Bab II gambaran umum (menceritakan keadaan di lokasi penelitian yang dikaitkan dengan permasalahan penelitian), Bab III deskripsi data (memaparkan data yang diperoleh dari lokasi penelitian). Bab IV analisis (pembahasan data untuk menjawab masalah penelitian). Bab V penutup (kesimpulan penelitian dan saran)
  •          Skripsi

Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta- fakta empiris-objektif baik berdasarkan peneliian langsung (observasi lapangan ) maupun penelitian tidak langsung (study kepustakaan)skripsi ditulis sebagai syarat mendapatkan gelar sarjana S1. Pembahasan dalam skripsi harus dilakukan mengikuti alur pemikiran ilmiah yaitu logis dan emperis.
·         Thesis
 Thesis adalah suatu karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dari pada skripsi, thesis merupakan syarat untuk mendapatkan gelar magister (S-2).
Penulisan thesis bertujuan mensinthesikan ilmu yng diperoleh dari perguruan tinggi guna mempeluas khazanah ilmu yang telah didapatkan dari bangku kuliah master, khazanah ini terutama berupa temuan-temuan baru dari hasil suatu penelitian secara mendalam tentang suatu hal yangmenjadi tema thesis tersebut.
·         Disertasi
Disertasi adalah suatu karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta akurat dengan analisis terinci. Dalil yang dikemukakan biasanya dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan-sanggahan senat guru besar atau penguji pada sutu perguruan tinggi, desertasi berisi tentang hasil penemuan-penemuan penulis dengan menggunakan penelitian yang lebih mendalam terhadap suatu hal yang dijadikan tema dari desertasi tersebut, penemuan tersebut bersifat orisinil dari penulis sendiri, penulis desertasi berhak menyandang gelar Doktor.

b. Karya ilmiah Penelitian.
·         Makalah seminar.
-        Naskah Seminar
Naskah Seminar adalah karya ilmiah tang barisi uraian dari topik yang membahas suatu permasalahan yang akan disampaikan dalam forum seminar. Naskah ini bisa berdasarkan hasil penelitian pemikiran murni dari penulisan dalam membahas atau memecahkan permasalahan yang dijadikan topik atau dibicarakan dalam seminar.
-        Naskah Bersambung
 Naskah Bersambung sebatas masih berdasarkan ciri-ciri karya ilmiah, bisa disebut karya tulis ilmiah. Bentuk tulisan bersambung ini juga mempunyai judul atau title dengan pokok bahasan (topik) yang sama, hanya penyajiannya saja yang dilakukan secara bersambung, atau bisa juga pada saat pengumpulan data penelitian dalam waktu yang berbeda.

·         Laporan hasil penelitian
Laporan adalah bagian dari bentuk karya tulis ilmiah yang cara penulisannya dilakukan secara relatif singkat. Laporan ini bisa dikelompokkan sebagai karya tulis ilmiah karena berisikan hasil dari suatu kegiatan penelitian meskipun masih dalam tahap awal.

·         Jurnal penelitian
 Jurnal penelitian adalah buku yang terdiri karya ilmiah terdiri dari asal penilitian dan resensi buku. Penelitian jurnal ini harus teratur continue dan mendapatkan nomor dari perpustakaan nasional berupa ISSN (international standard serial number).

 Karya Tulis Non-ilmiah
 Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
 Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah :
·         ditulis berdasarkan fakta pribadi,
·         fakta yang disimpulkan subyektif,
·         gaya bahasa konotatif dan populer,
·         tidak memuat hipotesis,
·         penyajian dibarengi dengan sejarah,
·         bersifat imajinatif,
·         situasi didramatisir,
·         bersifat persuasif.
·         tanpa dukungan bukti
·         Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek :
·         Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif).  Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi.
·         Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi
·         Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah
Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah
Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.

Sumber                                :   Wikipedia
                                                fikarzone.wordpress.com
                                                nadiachya.blogspot.com