Minggu, 11 November 2012

BAB V PEMBELIAN


    1.     Proses Keputusan Membeli
       Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh ciri-ciri kepribadiannya, termasuk usia, pekerjaan, keadaan ekonomi. Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian.Menurut Kotler (1997) ada beberapa tahap dalam mengambil suatu keputusan untuk melakukan pembelian, anatara lain:
·         Pengenalan Masalah
Merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian, dimana pembeli akan mengenali suatu masalah atau kebutuhan.
·         Pencarian informasi.
Seorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari informasi. Apabila dorongan tersebut kuat dan obyek yang dapat memuaskan kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya.
·         Evaluasi Alternatif
Konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya.
·         Keputusan Pembeli
Setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen akan membuat keputusan untuk membeli. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk pilihan merek di antara beberapa merek yang tersedia.
·         Evaluasi Pasca Pembalian
Merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.
     2.     Memilih Alternatif Terbaik
       Di dalam pengambilan keputusan, pengambil keputusan harus memilih salah satu alternatif di antara banyak alternatif. Pemilihan dapat dilakukan berdasarkan pada kriteria tertentu, kompromi, atau tekanan. Memang harus diakui ada hasil keputusan yang memuaskan semua pihak tetapi ada juga yang merugikan pihak lain.
     3.     Memilih Sumber-sumber Pembelian
       Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif, internal atau eksternal, pencarian informasi yang bersifat aktif dapat berupa kunjungan terhadap beberapa toko untuk membuat perbandingan harga dan kualitas produk, sedangkan pencarian informasi pasif hanya dengan membaca iklan di majalah atau surat kabar tanpa mempunyai tujuan khusus tentang gambaran produk yang diinginkan.
       Pencarian informasi internal tentang sumber – sumber pembelian dapat berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari pelopor opini, sedangkan informasi eksternal berasal dari media masa dan sumber informasi dari kegiatan pemasaran perusahaan.
• Sumber pribadi : keluarga, teman, tetangga, kenalan.
• Sumber komersial : Iklan, wiraniaga, agen, kemasan, pajangan.
• Sumber publik : media massa, organisasi penilai konsumen.
• Sumber pengalaman : penanganan, pemeriksaan dan menggunakan produk.

SUMBER


Senin, 22 Oktober 2012

LATAR BELAKANG METODE RISET


NAMA       : FITRI YUNINGSIH
KELAS       : 3EA13
NPM           : 19210259

TEMA : Kepuasan Pelangggan Terhadap Penggunaan Provider
1.1.             Latar Belakang
            Di zaman globalisasi seperti ini perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi semakin maju. Sehingga mampu menciptakan alat-alat yang mendukung perkembangan teknologi informasi, mulai dari sistem komunikasi sampai dengan alat komunikasi yang searah maupun dua arah. Hal ini mendorong perkembangan di dunia teknologi komunikasi semakin pesat dan persaingan pasar semakin ketat, sehingga menuntut sistem pemasaran yang semakin baik pada setiap perusahaan yang bergerak dalam bidang industri maupun jasa.
            Perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia sendiri dimulai dengan meluncurkan satelit palapa pada 9 juli 1976 yang memudahkan arus komunikasi dan teknologi, yakni telepon, fax, dll. Setelah itu perkembangan dilanjutkan dengan perkembangan jaringan selluler, yaitu GSM pertama di indonesia, yakni sebuah teknologi komunikasi bergerak yang tergolong dalam generasi kedua.
            PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) muncul sebagai operator GSM pertama di Indonesia, dengan awal pemilik saham adalah PT Telkom Indonesia, PT Indosat, dan PT Bimagraha Telekomindo. Setelah itu mulai bermunculan perusahan-perusahan yang bergerak di bidang operator selluler seperti PT Excelcomindo Pratama (Excelcom, sekarang XL Axiata) dll.
            Dengan semakin meningkatnya gaya hidup masyarakat, maka  kebutuhan masyarakat di bidang teknologi komunikasi juga semakin meningkat. Sehingga para perusahaan – perusahaan provider selluler bersaing dengan ketat dalam menarik minat pelanggan.  Didalam memberikan pelayanan yang berkualitas perusahaan provider seluler harus mengetahui apa kebutuhan dan keinginan para pengguna provider seluler. Pelayanan yang di berikan juga harus sesuai dengan kebutuhan para pelanggan. Seperti sekarang ini banyak provider seluler yang menawarkan berbagai macam fasilitas - fasilitas yang dapat digunakan pengguna provider selluler dengan mudah dan biaya terjangkau.
            Fasilitas - fasilitas  yang ditawarkan provider selluler sudah semakin canggih dan mudah digunakan, Seperti penggunaan paket-paket yang memudahkan pengguna untuk memenuhi kebutuhannya dalam berkomunikasi. Contohnya paket telepon, SMS, dan internet seharian sampai yang bulanan. Sehingga pelanggan dapat memilih paket mana yang mereka butuhkan dengan harga yang terjangkau. Dari situ pelanggan dapat merasa puas dalam menggunakan provider tersebut.
            Pengguna atau pelanggan provider selluler harus teliti dalam memilih provider selluler yang akan digunakan, agar dapat merasa puas dalam  menggunakannya karena sesuai dengan keinginan. Tanpa harus merasa tertipu dengan banyakan iklan tentang fasilitas provider seluler yang murah tetapi harus sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku. Dengan adanya hal seperti itu justru merugikan pelanggan yang tidak tahu dan tidak mengerti. Karena kepuasan pelanggan sangat diperhatikan oleh perusahaan – perusahaan provider selluler. Sebab jika ada pelanggan yang kecewa dengan penggunaan provider selluler tersebut akan menjadi kerugian besar bagi perusahaan provider selluler yang digunakan. Jika itu terjadi maka pelanggan akan beralih ke provider lain yang menawarkan kelebihan – kelebihan  yang dianggap lebih menguntungkan sehingga akan menyebabkan berkurangnya minat pelanggan.
            Kepuasan pelanggan sangat penting bagi kelancaran perusahaan provider tersebut. Sebab pelanggan yang puas dalam memakai provider tersebut akan memberikan efek positif bagi perusahaan provider tersebut. Yaitu kesetiaan pelanggan dan akan memberikan citra baik di mata masyarakat lain yang sama – sama menggunakan telepon selluler tetapi berbeda provider. Sehingga pelanggan provider tersebut akan bertambah seiring dengan banyaknya pelanggan yang merasa puas

1.2.             Perumusan Masalah
          Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.      Pada saat pertama kali provider seluler diluncurkan berapa biaya yang harus dikeluarkan pelanggan dalam menggunakan provider tersebut?
2.      Bagaimana cara perusahaan provider seluler dalam menarik minat pelanggan?
3.      Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan oleh perusahaan agar pelanggan tidak bosan dengan fasilitas yang di berikan?
4.      Faktor apa saja yang membuat pelanggan merasa puas atau tidak puas terhadap provider yang mereka gunakan?

1.3.             Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1.      Untuk mengidentifikasi dan menganalisa sikap pelanggan terhadap pengunaan provider seluler yang mereka pakai
2.      Untuk mengidentifikasi kepuasaan atau ketidakpuasab pelanggan terhadap provider yang mereka gunakan
3.      Untuk mengetahui faktor-faktor terhadap kepuasan pelanggan

Minggu, 21 Oktober 2012

TEMA METODE RISET


NAMA       : FITRI YUNINGSIH
KELAS       : 3EA13
NPM           : 19210259
METODE RISET


TEMA : Kepuasan Pelangggan Terhadap Penggunaan Provider
Di zaman modern seperti ini penggunaan teknologi khususnya penggunaan telepon seluler sudah semakin marak digunakan oleh masyarakat banyak. Dengan maraknya penggunakan telepon seluler semakin banyak pula penggunaan provider, sehingga semakin banyak perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan berbagai macam jenis provider seluler. Dimana setiap jenis provider seluler itu menawarkan kelebihannya masing-masing. Dari kelebihan itulah pelanggan dapat memilih jenis provider mana yang akan mereka gunakan sesuai kebutuhan, sehingga muncul rasa puas terhadap penggunaan provider yang mereka pilih. 

JURNAL 3 METODE RISET

NAMA       : FITRI YUNINGSIH
NPM           : 19210259
KELAS       : 3EA13
METODE RISET

JURNAL 3
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEPUASAN KONSUMEN KARTU XL
Tema :Kepuasan Konsumen
Judul : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEPUASAN KONSUMEN KARTU XL
Oleh : Wijaya surya hernanda,2009

A.Latar belakang
Perkembangan industri telekomunikasi di Indonesia semakin pesat,sehingga membuka pintu sukses bagi perusahaan operator seluler.Salah satu perusahaan telekomunikasi yang terbesar ketiga di Indonesia adalah PT. Excelcomindo Pratama yang mengeluarkan kartu seluler yang bernama XL adalah salah satu provider jasa komunikasi GSM yang ada di indonesia. Hal utama yang harus menjadi prioritas perusahaan adalah mencapai kepuasan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.sebuah pendekatan sitematis perlu digunakan dalam melaksanakan analisis dan diagnosis lingkungan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan salah satunya melakukan evaluasi kinerja dari atribut-atribut yang melekat pada produk kartu XL.

B. Perumusan masalah
Berdasarkan hal-hal yang sudah di uraikan diatas dapat di ketahui sebuah perusahaan jasa operator seluler harus tanggap terhadap kondisi yang dialami pelanggan. Hal utama yang harus menjadi prioritas perusahaan adalah mencapai kepuasan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.sebuah pendekatan sitematis perlu digunakan dalam melaksanakan analisis

C. Tujuan penelitian
1. untuk menganalisis pengaruh fasilitas
2. untuk menganalisis persepsi kualitas
3. untuk menganalisis persepsi harga
4. untuk menganalisi kegunaan dan manfaat kartu pra bayar XL terhadap kepuasan konsumen yang menggunakannya.

D. Metodologi
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling sebanyak 100 konsumen. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan mengajukan kuesioner kemudian data dianalisis dengan teknik regresi berganda.

E. Hasil penelitian
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial, keempat variabel (Fasilitas, Persepsi Kualitas, Persepsi Harga, Kegunaan dan Manfaat) berpengaruh secara signifikan. Pengujian secara simultan keempat variabel (Fasilitas, Persepsi Kualitas, Persepsi Harga, Kegunaan dan Manfaat) berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen dalam menggunakan kartu seluler pra bayar XL. Diantara keempat variabel yang dianalisis, faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan konsumen adalah Fasilitas kemudian disusul dengan Persepsi Harga. 43,2 % variasi Kepuasan Konsumen (Y) dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen (Fasilitas, Persepsi Kualitas, Persepsi Harga, Kegunaan dan Manfaat).

SUMBER
http://eprints.undip.ac.id/18070/1/04.060.pdf
http://zlataninter.wordpress.com/2010/10/02/tugas-jurnal-metode-riset-3/

JURNAL 2 METODE RISET


NAMA       : FITRI YUNINGSIH
NPM           : 19210259
KELAS       : 3EA13
METODE RISET

JURNAL 2
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA PRODUK KARTU HALO SIMPATI
Tema : Kepuasan Konsumen
Judul : Analisis tingkat kepuasan konsumen pada produk kartu halo telkomsel
Oleh : FITNANTYO BIMAWAN, 2000

A. Latar belakang masalah
Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia dengan berbagai media penyampaiannya.Sehingga membuka pintu sukses bagi perusahaan operator seluler GSM semakin meningkat salah satunya nya adalah perusahaan telekomunikasi telkomsel.Hal utama yang harus menjadi prioritas perusahaan adalah mencapai kepuasan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.sebuah pendekatan sitematis perlu digunakan dalam melaksanakan analisis dan diagnosis lingkungan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan salah satunya melakukan evaluasi kinerja dari atribut-atribut yang melekat pada produk kartu halo telkomsel.

B. Perumusan masalah
Berdasarkan hal-hal yang sudah di uraikan diatas dapat di ketahui sebuah perusahaan jasa operator seluler harus tanggap terhadap kondisi yang dialami pelanggan.tantangan dasar yang di hadapi adalah mendapatkan dan mempertahankan nilai yang maksimal dari pelanggan.Sebagai usaha memberi kepuasan kepada pelanggan kadang kala pihak manajemen berdasar persepsinya sendiri dan mempunyai keyakinan bahwa fasilitas dan pelayanan yang di berikan pasti akan dapat memuaskan pelanggan.

C. Tujuan penelitian
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap atribut-atribut yang melekat pada produk kartu halo telkomsel,serta untuk mengetahui atas dasar apa konsumen mempunyai sikap tertentu terhadap atribut produk yang di maksud,dan juga untuk memberikan usulan kepada pihak manajemen sebagai alternative untuk dasar-dasar perencanaan strategi perusahaan yang efektif.

D. Metodologi
Obyek penelitiannya adalah pelanggan pengguna kartu halo telkomsel yang berada didaerah kota Jakarta dengan mengambil sampel sebanyak 100 orang.Adapun data yang di pergunakan dalam penelitian ini di kumpulkan dengan studi pustaka.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Systematic sampling.yang hasilnya kemudian di analisis lebih lanjut dengan metode model angka ideal,untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan sikap konsumen kartu halo telkomsel berdasarkan atribut kartu halo telkomsel.

E. Hasil penelitian
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dari atribut-atribut yang di teliti ditemukan bahwa pelanggan/pengguna mempunyai tanggapan, reaksi dan kepercayaan yang masih kurang optimal terhadap kartu halo telkomsel,karena masih belum mendekati nilai ideal dari sebuah kartu GSM yang diharapkan.Sehingga dapat dikatakan bahwa kinerja dari kartu halo telkomsel dengan berbagai atribut-atributnya masih belum ideal secara mutlak atau dengan kata lain pelanggan belum puas dengan atribut-atribut yag ada.

SUMBER
http://zlataninter.wordpress.com/2010/10/02/tugas-jurnal-metode-riset-3/
http://eprints.undip.ac.id/9306/1/2000MM437.pdf






JURNAL 1 METODE RISET


NAMA       : FITRI YUNINGSIH
NPM           : 19210259
KELAS       : 3EA13
METODE RISET

JURNAL 1
Analisis Tingkat kepuasan Pelanggan Pengguna Kartu GSM Indosat IM3 pada Kalangan mahasiswa.
Tema   :Kepuasan Konsumen
Judul : Analisis Tingkat kepuasan Pelanggan Pengguna Kartu GSM Indosat IM3 pada Kalangan mahasiswa.
Oleh : Chairul Amalia Universitas Gunadarma 2008

A. Latar belakang Masalah
Di era globalisasi ini teknologi telekomunikasi sangat banyak bermunculan.Telekomunikasi sangat berperan penting dalam kehidupan saat ini. Kartu GSM salah satu factor pendukung dalam telekomunikasi.Ada beberapa perusahaan besar di Indonesia yang juga memproduksi kartu GSM.Tetapi yang banyak diminati oleh para konsumen khususnya mahasiswa adalah Indosat Im3 sejenis kartu GSM yang mempunyai sejumlah kelebihan/keuntungan seperti Harga untuk isi ulang yang terjangkau, Jaringan luas, Akses lengkap yang terdapat dalam GSM tersebut, dan fasilitas bebas roaming kesemua operator merupakan salah satu cara bagi indosat IM3 untuk menarik konsumennya. Berdasarkan Latar Belakang diatas penulis akan mencoba untuk meneliti tentang Analisi Tingkat kepuasan Pelanggan Pengguna kartu GSM Indosat IM3 pada Kalangan Mahasiswa.

B. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap penggunaan kartu GSM indosat IM3,Untuk mengetahui bagaimana pelayanan yang diberikan oleh PT.Indosat daam memasrkan produk jasa telekomunikasinya.

C. Metodologi
• Variabel
Variabel yang digunakan untuk menghasilkan penelitian ini adalah dilihat dari 4 variabel yaitu Harga untuk isi ulang yang terjangkau, Jaringan luas, Akses lengkap yang terdapat dalam GSM tersebut, dan fasilitas bebas roaming kesemua operator.

• Data
Data yang digunakan untuk menghasilka penelitian ini adalah Data Primer yaitu Data yang diperoleh langsung responden atau objekyang diteliti.Dalam hal ini data yang diperoleh merupakan data dari hasil pengisian daftar pertanyaan / kuisioner yang dibagikan kepada subjek yang bersangkutan daam penelitian.Subjek dalam penelitian tersebut adalah konsumen yang menggunakan kartu Indosat IM3.Populasi dan sample penulisan ini adalah mahasiswa pengguna kartu GSM Indosat IM3.Didapatkan hasil dengan menggunakan skala likert.

• Metode penelitian
Untuk dapat mengolah data dalam penulisan ini menggunakan alat analisis yaitu Deskripsi Kualitatif dengan menggunakn Uji Chi suare dan menggunakan skala likert.
Rumus : X2 = ∑ (FO - FE) 2

Dimana X2 = Chi Square
FO = Frekuensi yang diperoleh dari Angket
FE = Frekuensi yang diharapkan

• Tahapan penelitian
Tahap pertama menentukan variable – variable yang mempengaruhi kepuasan pelanggan indosat im3
Tahap kedua menganalisis penyebab dari masalah pelayanan tersebut
Tahap ketiga menentukan bagaimana kualitas pelayanan tersebut yang masih dapat diperbaiki.

D. Hasil dan Kesimpulan
Dari hasil metode kuisioner kepada beberaps responden maka dapat disimpulkan bahwa responden merasa terpuaskan akan akan kartu GSM Indosat IM3. Dan pada variable jaringan , harga ,fasilitas dan pelayanan operator terhadap keluhan pelanggan ternyata mempengaruhi kepuasan konsumen tersebut.Dan dari hasil perhitungan yang telah dilakukan PT.Indosat melayani konsumen dengan baik hal tersebut ditandai dengan perhitungan uji Chi Squarte yang kesemua variable menerima Ha yang artinya konsumen merasa terpuaskan.

E. saran dan usulan lanjutan
Untuk kedepannya PT.Indosat diharapkan tetap menjaga apa yang telah dicapai dengan berbagai fasilitas – fasilitasyang telah dapat memuaskan konsumen.Tetap membuat inovasipembaharuan agar konsumen tetap menjadi pelanggan.

SUMBER


Sabtu, 13 Oktober 2012

BAB IV EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN


    1.    Kriteria Evaluasi
Konsumen sering membuat keputusan berdasarkan pengaruh atau pada sikap secara keseluruhan terhadap merek atau untuk meminimalkan usaha atau emosi negatif.
Sifat Kriteria evaluasi
kriteria evaluasi biasanya fitur produk atau atribut yang terkait dengan baik manfaat yang diinginkan oleh pelanggan atau biaya yang harus mereka keluarkan. Jenis kriteria evaluatif digunakan dalam keputusan bervariasi dari segi biaya nyata dan kinerja untuk faktor intangible seperti gaya, rasa, prestise, perasaan yang dihasilkan, dan citra merek. Pemasar harus memahami kriteria yang digunakan konsumen untuk mengevaluasi merek mereka.
      Pengukuran Kriteria evaluasi. Hal yang harus ditentukan.
1.       Kriteria evaluatif yang digunakan oleh konsumen.
2.       Bagaimana konsumen mempersepsikan berbagai alternatif pada setiap kriteria.
3.       Pentingnya relatif dari masing-masing kriteria.
Tentukan Kriteria Apakah Digunakan untuk menentukan kriteria yang digunakan oleh konsumen dalam keputusan tertentu.pemetaan perseptual adalah teknik lain tidak langsung berguna untuk menentukan kriteria evaluatif
Pendekatan pengukuran yang paling populer adalah pendekatan tidak langsung menggabungkan analisis dalam analisis menggabungkan, konsumen disajikan dengan satu set produk atau deskripsi produk dengan kriteria evaluasi bervariasi.

    2.    Menentukan Alternatif Pilihan
Sejumlah besar penelitian dan strategi pemasaran telah mengasumsikan pembuat keputusan konsumen rasional dengan yang terdefinisi dengan baik, preferensi stabil. Konsumen juga dianggap memiliki kemampuan cukup untuk menghitung pilihan mana yang akan memaksimalkan nilainya, dan akan memilih atas dasar ini.
1.       Pilihan afektif
pilihan afektif yang paling mungkin ketika motif yang mendasari consummatory daripada instrumental. Consummatory motif mendasari perilaku yang secara intrinsik bermanfaat untuk individu yang terlibat. Motif Instrumental mengaktifkan perilaku yang dirancang untuk mencapai tujuan kedua.memvisualisasikan bagaimana manfaat yang dirasakan selama dan setelah pengalaman konsumsi. Hal ini sangat penting bagi merek baru atau produk dan jasa. Konsumen yang telah memiliki pengalaman dengan sebuah produk atau merek memiliki dasar untuk membayangkan respon afektif  yang dihasilkan.

2.       Atribut berbasis versus atribut proses pilihan
Dua proses pertimbangan yang mungkin digunakan untuk membeli kamera digital:
Proses 1: Setelah konsultasi Internet untuk menentukan fitur apa yang paling disukai,  konsumen kemudian pergi ke toko elektronik lokal dan membandingkan berbagai merek fitur yang paling penting baginya yaitu, otomatis, kamera ukuran, fitur zoom, dan ukuran penyimpanan. Dia melihat keynggulan masing-masing model atas atribut dan kesan umum nya model kualitas masing-masing. Atas dasar evaluasi ini, ia memilih SportZoom Olympus.
Proses  2: konsumen mengingat bahwa temannya Olympus SportZoom bekerja dengan baik dan tampak "baik",orang tuanya memiliki Easyshare Kodak yang juga bekerja dengan baik tapi agak besar dan berat, dan tua Fujifilm Finepix tidak diinginkan serta ia diharapkan . Di toko elektronik setempat ia melihat bahwa model dan Kodak Olympus memiliki harga yang sama dan memutuskan untuk membeli SportZoom Olympus.
Contoh pertama di atas adalah pilihan berbasis atribut. Contoh yang kedua sikap-berbasis-pilihan berdasarkan pilihan sikap. Secara umum, pentingnya membuat keputusan yang optimal meningkat dengan nilai barang yang sedang dipertimbangkan dan konsekuensi dari keputusan yang tidak optimal. Semakin mudah untuk mengakses atribut informasi lengkap suatu merek, pengolahan berdasarkan atribut,lebih kemungkinan akan digunakan.

    3.    Menaksir Alternatif Pilihan
                 Jika Anda membeli komputer notebook, Anda mungkin akan membuat perbandingan langsung seluruh merek pada fitur-fitur seperti harga, berat, dan kejelasan tampilan. Penilaian perbandingan ini mungkin tidak sepenuhnya akurat.
1.       Akurasi penilaian individu
penelitian menunjukkan individu yang biasanya tidak memperhatikan perbedaan yang relatif kecil antara merek atau perubahan atribut merek. Selain itu, kompleksitas banyak produk dan jasa serta fakta bahwa beberapa aspek kinerja dapat dinilai hanya setelah digunakan luas membuat perbandingan merek akurat sulit.
2.       Penggunaan Indikator pengganti
Secara umum, indikator pengganti beroperasi lebih kuat ketika konsumen tidak memiliki keahlian untuk membuat penilaian informasi sendiri, ketika konsumen motivasi atau kepentingan dalam keputusan rendah, dan ketika kualitas informasi terkait lainnya yang kurang
3.       Pentingnya relatif dan Pengaruh Kriteria evaluative
Pentingnya kriteria evaluatif bervariasi antara individu dan juga di dalam individu yang sama dari waktu ke waktu. Penggunaan situasi, konteks Kompetitif-Secara umum, efek Iklan.
4.       Kriteria evaluatif, Hukum Individu, dan Strategi Pemasaran    
Pemasar harus memahami kriteria evaluatif konsumen yang menggunakan produk mereka dan mengembangkan produk yang unggul pada fitur ini.Semua aspek dari komunikasi pemasaran harus mengkomunikasikan keunggulan produk. Pemasar juga harus mengenali dan bereaksi terhadap kemampuan individu untuk menilai kriteria evaluatif, serta kecenderungan mereka untuk menggunakan indikator pengganti
Tema periklanan yang menekankan penggunaan kesempatan khusus untuk yang merek ini khusus sesuai dapat efektif, seperti dapat strategi seperti citra yang menarik perhatian konsumen untuk suatu atribut di mana perusahaan merek ini sangat kuat.

    4.    Menyeleksi Aturan Pengambilan Keputusan
                Tingkat tinggi satu atribut tidak dapat mengimbangi tingkat rendah yang lain. keputusan disjungtif aturan dan kata penghubung dapat menghasilkan seperangkat alternatif yang bisa diterima, sedangkan sisanya aturan umumnya menghasilkan satu "terbaik" alternatif.
1.       Kata penghubung Aturan Keputusan
Aturan keputusan kata penghubung menetapkan standar kinerja minimum yang diperlukan untuk setiap kriteria evaluatif dan memilih yang pertama atau semua merek yang memenuhi atau melebihi standar minimum.Karena individu memiliki keterbatasan kemampuan untuk memproses informasi, aturan kata penghubung yang sering digunakan untuk mengurangi ukuran tugas pengolahan informasi untuk beberapa tingkat dikelola
2.       Disjungtif Aturan Keputusan
Aturan keputusan disjungtif menetapkan tingkat minimum kinerja untuk setiap atribut yang penting (sering level yang cukup tinggi). Ketika aturan pengambilan keputusan disjungtif digunakan oleh target pasar, sangat penting untuk memenuhi atau melampaui konsumen persyaratan pada setidaknya salah satu kriteria kunci.
3.       Eliminasi oleh aspek Aturan Keputusan
Untuk target pasar menggunakan eliminasi oleh aspek aturan, sangat penting untuk memenuhi atau melampaui  satu atau lebih persyaratan konsumen persyaratan (dalam urutan) dari kriteria yang digunakan dari kompetisi.
4.       Leksikografis Aturan Keputusan
Aturan pengambilan keputusan leksikografis mirip dengan eliminasi-oleh aspek aturan-. Perbedaannya adalah bahwa aturan leksikografis mencari kinerja maksimum pada setiap tahap, sedangkan eliminasi oleh aspek mencari kinerja yang memuaskan pada setiap tahap.
5.       Kompensasi Aturan Keputusan
Aturan keputusan kompensasi menyatakan bahwa merek yang tingkatan tertinggi pada jumlah konsumen penilaian dari kriteria evaluatif yang relevan akan dipilih.memiliki tingkat kinerja pada atau di dekat kompetisi pada pentingnya fitur lebih karena mereka menerima lebih berat dalam keputusan daripada atribut lainnya.    

PEMBELIAN
1.        Proses Keputusan Membeli
        Proses pengambilan keputusan pembelian terdiri dari lima tahap : pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, pengevaluasian alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku setelah pembelian .Jelas bahwa proses pembelian berlangsung jauh sebelum pembelian aktual dan berlanjut jauh sesudahnya. Pasar perlu berfokus pada seluruhProses Pengambilan Keputusan Pembelian bukan hanya pada proses saja
        Secara teori konsumen melalui seluruh lima tahap pada tiap pembelian .Tapi pada pembelian rutin, konsumen terkadang melewatkan atau membalik beberapa tahap itu. Seorang wanita yang kadang membeli pasta gigi merek yang biasa digunaknnya akan mengenali kebutuhan tetapi dia akan bergerak langsung ke proses pembelian, dengan melewatkan pencarian informasi dan mengevaluasi alternatif. Pertimbangan yang muncul pada saat konsumen menghadapi situasi pembelian baru bisa bersifat komplek
Pengenalan Kebutuhan
        Proses pembelian bermula dari pengenalan kebutuhan (need recognation)- pembelian mengenali permasalahn atau kebutuhan. Pembeli merasakan adanya perbedaan antara keadaan aktual dan sejumlah keadaan yabg diinginkan. Kebutuhan itu dapat dipisu oleh stimulus internal ketika salah satu kebutuhan normal-lapar,haus,seks, naik ke tingkatan yang cukup tinggi sehingga menjadi pendorong.
        Kebutuhan dapat dipisu oleh rangsangan eksternal. Seseorang mungkin merasa membutuhkan hobi baru ketika kesibukan pekerjaanya mulai menurun, dan dia mulai memikirkan kamera setelah berbincang – bincang dengan teman tentang fotografi atau setelah melihat iklan kamera. Pada tahap itu, pemasar menuntun konsumen supaya membeli produk tersebut
        Setelah mengumpulkan informasi seperti itu, pemasar dapat mengidentifikasi faktor faktor yang paling sering memicu ketertarikan terhadap produk dan mengembangkan program pemasaran yang melibatkan faktor – faktor tersebut.
2.       Memilih Alternatif Terbaik
        Sikap konsumen terhadap sejumlah merek tertentu terbentuk melalui bebErapa prosedur evaluasi. Cara konsumen memulai usaha mengevaluasi alternatif pembelian tergantung pada kosumen individual dan situasi pembelian tertentu. Dalam beberapa kasus , konsumen menggunkan kalkulasi yang paling logis.
3.       Memilih Sumber – Sumber Pembelian
        Konsumen dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber. Sumber itu meliputi sumber pribadi (keluarga, teman, tetangga, rekan kerja), sumber komersial (iklan, penjual, pengecer, bungkus, situs Web dan lain - lain) , sumber publik (media massa, organisasi pemberi peringkat), dan sumber berdasarkan pengalaman (memgang, meneliti, menggnakan produk). Pengaruh relatif di antara sumber informasi itu berbeda beda di antara berbagai produk dan pembeli.
        Konsumen biasanya menerima sebagian besar informasi dari sumber komersial yang dikendalikan oleh pemasar. Namun demikian, sumber yang paling efektif cenderung yang bersifat pribadi. Sumber komersial biasanya memberikan informasi kepada pembeli, sedangkan sumber pribadi memberikan legitimasi atau mengevaluasi produk bagi pembeli.
        Seseorang terkadang meminta oranglain – teman, keluarga, rekan kerja dan para profesional supaya merekomendasikan produk atau jasa. Oleh karena itu, perusahaan mempunyai ketertarikan yang kuat untuk membangun sumber pemasaran getok tular( word of mouth sources). Sumber – sumber itu mempunyai dua keuntungan utama
        Pertama, sumber itu meyakinkan. Pemasaran dari mulut ke mulut adalah salah satunya metode promosi dari konsumen, oleh konsumen, dan untuk konsumen . Mempunyai konsumen yang setia da terpuaskan da membanggakan bisnis merupakan mimpi setiap pemilik bisnis. Tidak hanya konsumen yang puas mengulangi pembelian, tetapi mereka juga menjadi papan promosi berjalan bagi bisnis anda
        Kedua, biaya yang rendah. Menjaga hubungan dengan konsumen dan mengubahnya menjadi sumber promosi getok tular membutuhkan biaya yang relatif rendah. Semakin banyak informasi yang didapat, kesadaran dan pengetahuan konsumen tentang adanya merek dan fitur akan meningkat. Dalam pencarian informasi, seseorang banyak mempelajari merek yang tersedia. Informasi itu juga membantunya meninggalkan pilihan merek tertentu. Perusahaan harus mendesain bauran
        pemasarannya agar calon konsumen sadar dan tahu akan mereknya. Secara hati – hati perusahaan harus mengidentifikasi sumber informasi konsumen dan tingkat kepentingan tiap tiap sumber itu.


Sumber